Bersaing Merebut Kursi Empuk Legislatif

Standar

    

Lebaran lalu, para politisi sibuk memperkenalkan diri dan partainya. Melalui spanduk, poster, dan baliho yang dipasang di pinggir jalan, semua memberikan ucapan Selamat Idul Fitri. Inilah salah satu ladang kampanye agar terpilih menjadi anggota dewan.

 

Kota Pangkalpinang pada Idul Fitri lalu diwarnai dengan bentangan spanduk, postur, dan baliho. Di ruang-ruang publik, beragam media promosi menghiasi kota. Walau pelaksanaan pemilu masih satu tahun lagi, namun para kandidat yang masuk dalam daftar calon sementara (DCS) sudah sibuk memperkenalkan diri untuk mencuri hati pemilih guna mendongkrak perolehan suara.

Persaingan untuk merebut kursi DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten memang sengit. Agak berbeda dengan pemilu 2004 lalu. Pada pemilu 2009 ini, para kandidat harus berjuang keras agar bisa lolos untuk duduk di kursi empuk legislatif. Kandidat dengan nomor urut atas tak bisa berleha. Sementara untuk kandidat dengan nomor sepatu pun masih memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang.

Dalam UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD menyebutkan, bilangan pembagi pemilih (BPP) adalah jumlah suara yang diperlukan untuk sebuah kursi di daerah pemilihan tertentu. Artinya jumlah suara yang sah dibagi dengan jumlah kursi.

Pada pasal 214 huruf (a) dalan undang-undang itu disebutkan, calon terpilih anggota DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota ditetapkan berdasarkan calon yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 30 persen (tiga puluh per seratus) dari BPP.

Sementara itu, jika kandidat tidak berhasil memperoleh suara sekurang-kurangnya 30 persen, yang mendapat kursi kandidat urutan pertama. Dalam pasal 214 huruf (e) dijelaskan, jika tak ada calon yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 30 persen dari BPP, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan nomor urut.

Ketat

Persaingan untuk memperebutkan kursi dewan memang sangat ketat, termasuk di Bangka Belitung. Dari 45 jumlah kursi di DPRD Provinsi Bangka Belitung, akan direbut oleh 572 kandidat berdasarkan DCS yang dikeluarkan oleh KUPD. Dari 572 calon kandidat itu, 390 calon laki-laki dan 182 calon adalah perempuan.

Jumlah kursi itu dibagi daerah pemilihan (dapil) I Pangkalpinang, alokasi 6 kursi, dapil II (Bangka) 11 kursi, dapil III (Bangka Tengah) 4 kursi, dapil IV (Bangka Barat) 6 kursi, dapil V (Bangka Selatan) 6 kursi, dan dapil VI (Belitung dan Belitung Timur) 12 kursi.

Bagi calon yang serius, jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri, termasuk dana kampanye. Tapi tak sedikit dari calon hanya sekadar coba-coba. Tapi ada juga untuk memecahsuara dari kandidat parpol lain. Mereka yang termasuk kalangan ini dalam nomor urut bawah, dengan modal kampanye yang minim.

Mesin Parpol

Untuk sukses dalam persaingan merebut kursi legislatif itu, selain strategi dari masing-masing kandidat, juga bagaimana mesin parpol dapat berjalan dengan sempurna. Soal strategi, masing-masing parpol akan berbeda-beda, mungkin juga sama.

Partai Golkar Bangka Belitung sendiri, menurut Dharma Sutomo, SH, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, strategi yang akan diterapkan dalam Pemilu 2009 tergantung dari eksistensi partainya. Artinya, selama ini parpol tidak berpihak kepada rakyat, otomatis rakyat tidak bersedia atau tidak mau memilih partai yang bersangkutan.

“Untuk itu, Partai Golkar harus memberikan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.

Sebagai caleg DPRD Provinsi Bangka Belitung yang berada nomor urut satu untuk dapil I, sosok yang juga seorang pengacara ini, akan melakukan pendekatan politik kepada masyarakat dengan tidak akan menghambur-hamburkan atau mengiming-imingi duit.

Menurut H Haryadi, SE, MBA, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Bangka Belitung, strategi khusus untuk memperoleh simpati dari masyarakat itu dengan mengadakan sosialisasi, memberi santunan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

“Bahkan kami telah membagi-bagikan kacamata gratis sebanyak 2.000 buah kepada masyarakat yang mengalami permasalahan pada mata,” tegas Haryadi sembari menambahkan, dananya dibebankan kepada caleg.

Terkait dengan target suara pada pemilu 2009, Hanura menargetkan 30 persen atau minimal 2 kursi untuk setiap daerah pemilihan. ”Kami hanya bisa menargetkan, namun itu kembali kepada hati nurani masyarakat dan tak ada paksaan, walau menerima santunan dari Hanura.

”Target tersebut harus terpenuhi, jika tidak Hanura akan dibubarkan,” kata Haryadi. Ia mengatakan, sasaran pemilih yang usia 30 tahun ke atas.

Lain halnya dengan PDIP Perjuangan. Partai berlambang banteng moncong putih ini menerapkan strategi nasional, yaitu gotong royong memantapkan struktur partai, sejak yang tertinggi sampai yang terendah.

“Semua struktur dimantapkan, baik berupa organisasi dan sumber daya manusia. Tanpa sruktur partai yang kuat, maka partai tidak akan bisa mencapai kehendak dari masyarakat,” ungkap Ismiryadi, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDIP Kepulauan Bangka Belitung, yang juga caleg nomor satu untuk dapil I DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Pemilu kali ini, PDIP membidik pemilih pemula untuk memenangkan pemilu. ”Untuk saat ini yang paling dominan itu adalah pemilih pemula. Jumlahnya cukup signifikan, yaitu 25 persen sampai 30 persen. Pemilih ini target PDIP untuk memperoleh suara pada pemilu 2009. Sedangkan target kursi di DPRD Provinsi, PDIP berharap memperoleh 12 kursi,” katanya.

Sementra itu, menurut HMA Ramli Sutanegara, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terkait strategi yang akan digunakan, partai Prabowo Subianto ini tak membuat ekspos yang muluk-muluk. Soal perolehan kursi memang bukan tujuan semata, tapi bagaimana Gerindra bisa mengajak masyarakat memperjuangkan lingkungannya.

Sementara itu, salah satu kontestan baru di Pemilu 2009 nanti, Partai Pemuda Indonesia (PPI) Provinsi Bangka Belitung akan menggalangkan kaum muda untuk lebih bisa terlibat.

 Salah satu Dewan Pendiri PPI Provinsi Bangka Belitung, David Wijaya, mengatakan, pada pemilu 2009 ini, PPI punya warna dan platform sendiri. PPI  diharapkan menjadi motor kaum muda. “Saat ini, PPI menyediakan saluran aspirasi kaum muda. Aksi politik kaum muda sering dikebiri jika bergabung dengan parpol yang lama atau yang mapan,” ujar David yang sehari-harinya  sebagai pengacara ini kepada Metro Bangka Belitung di ruang kerjanya, pekan lalu.

Ia merupakan Ketua DPC PPI Kota Pangkalpinang dan caleg nomor satu untuk dapil Pangkalbalam ini menambahkan, PPI saat ini berada dalam tahap pembelajaran dan pematangan. “Target PPI pada Pemilu 2009 sebanyak 1 kursi dan itu sudah merupakan tonggak sejarah dan perjuangan bagi PPI itu sendiri,” katanya.

Menurut Djamilah Mahari, SH, anggota KPUD Bangka Belitung, soal peluang partai-partai baru dalam pemilu 2009 nanti, tergantung dari pemetaan politik dan strategi partai tersebut. “Belum bisa dipastikan partai-partai baru akan eksis, partai-partai lama saja kadang-kadang gambar calegnya di coret-coret orang. Nah kita bertanya ada apa ini sebenarnya?” kata Djamilah. (M-102/M-103/M-105/M-EDR)

 

About sahang

Mammaqdudah. Terlahir di Desa Lampur, Bangka Tengah. Meninggalkan Lampur pada kelas 5 SD dan menetap di Pangkalpinang. Lalu terdampar di Bandung selama 6 tahun dengan hidup nomaden. Kini berprofesi sebagai wartawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s