Anakku Menulis Puisi

Standar

GambarBeberapa hari lalu, puteriku menunjukkan puisi yang ia tulis. Aku terperangah, kapan ia menulisnya!

Puisi itu ia tulis di dua lembar kertas bergaris. Ia tulis menggunakan pensil, yang sudah barang tentu tulisannya tidak lah rapi. Untuk kerapian saya  harap maklum untuk usianya. Kemakluman saya juga saya akui dengan kerapian tulisan saya. Kalau ayahnya saja tulisannya tidak rapi, bagaimana dengan anaknya.

Namun saya tidak mempersoalkan kerapian tulisan tersebut. Yang penting bagi saya adalah ada keinginan dari anak saya untuk menulis puisi. Saya juga tidak mempersoalkan bagaimana kualitas tulisannya. Yang penting bagi saya ia sudah berniat untuk menulis.

Ia tergerak untuk menulis puisi, mungkin karena ia sering membaca puisi anak-anak yang dimuat di Majalah Bobo. Majalah ini awalnya dibelikan setiap seminggu sekali oleh istri saya. Namun, kini kami berlangganan biar untuk memudahkan saja.

Keinginan saya ia akan terbiasa untuk menulis. Menulis apapun. Selamat Nak, semoga akan ada lagi tulisan-tulisanmu.

Ibu

Ibuku baik hati

Wajah ibuku berseri seri

Ku dirawat setiap hari

Makanku selalu dijaga

Ibuku suka bercerita

Cerita selalu menarik hati

Aku senang mendengarnya

Hingga tertidur dibuatnya

Guru

Guru baik padaku

Bila belajar ditemaninya

Guru menjagaku saat aku selesai

Kusuka guru

Guru saat ku pindah sekalian

Kau selalu menyayangiku

Kusayang pada guruku

Ayah

Ayah kau selalu

Menyayangiku sejak kecil

Kau juga memberi namaku

Minta doa padamu

Maafkan aku selalu ada kesalahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s